Menghentak Bersama Celtic Room

Celtic Tune A Day

Celtic Room’s Copyright

Akhir-akhir ini saya sedang menggemari musik celtic, musik etnik khas daerah Skotlandia, Irlandia dan sekitarnya sana.

Hal ini terpicu ketika beberapa waktu lalu, sepulang dari kantor, saya, Insan dan Su iseng datang “mengintip” latihan sebuah komunitas musik celtic yang menamakan dirinya “Celtic Room”.

Acara kecil-kecilan yang digelar di sebuah studio mini bertajuk Studio Akar itu sangat minim penonton. Bahkan kami mengira-ngira kalau hanya kami bertiga saja lah penonton “luar” yang ada di situ. Sisanya adalah penonton “dalam” yang tak lain adalah kawan-kawan dari Celtic Room sendiri. Haha.

Jadi, kelihatan banget saat kami heboh tepuk tangan sendiri tiap mereka habis memainkan satu lagu. Karena kami takjub, musik celtic yang selama ini jarang terdengar di kalangan penikmat musik Indonesia, punya kemampuan khusus untuk jadi “mood booster“.

Musiknya yang ceria dan menghentak, seakan menggoda kami untuk ikut ber-tap dance di situ. Mood yang awalnya capek pulang kantor, menjadi menyenangkan ketika menikmati musik celtic yang riang. Tak hanya nada yang riang, saat mereka memainkan nada yang syahdu pun, alunannya mampu menenangkan batin.

Di situ kami juga berkenalan dengan anggota-anggota Celtic Room dan juga alat-alat musik Celtic yang mereka pakai. Selain gitar, biola (fiddle) yang sudah sering kami lihat. Kami bertemu Bodhran, Uillean Pipes, Tin Whistle, Piccolo dan Akordion.

Khusus Uillean Pipes, ini adalah alat musik khas Irlandia yang tidak dijual di Indonesia. Si pemain Uillean Pipes bercerita bahwa dia harus pesan dari luar negeri untuk mendapatkannya. Bahkan dia bilang, bisa jadi satu-satunya orang yang memiliki Uillean Pipes di Indonesia ini adalah dirinya. Dan jangan tanya gimana sulitnya memainkan alat musik satu ini, harus ada harmonisasi antara jari dan “ketiak” ketika memainkannya. Yap, ketiak! Alat musik ini bisa mengeluarkan suara karena ditekan oleh “ketiak” kita. Haha.

Kebetulan saya dan Insan juga anggota komunitas Biola di Depok (AVC/Alliance Violin Community), jadi kami pun bisa mencari topik basa basi ketika mengobrol dengan mereka. Misalnya ketika ngobrol dengan Mas Rio Herwindo, sang pemain fiddle/biola, dia sempat menjelaskan beberapa “cengkok” biola khas Irlandia–yang rupanya ada beberapa kemiripan dengan “cengkok” musik Minang.

Menyenangkan ngumpul bareng anak-anak Celtic Room ini.

"Haste to The Wedding" dadakan di Taman Suropati

“Haste to The Wedding” dadakan di Taman Suropati

Saya dan Insan pun jadi keterusan, tempo hari ketika Celtic Room mengadakan latihan bareng di Taman Suropati, kami pun manyambanginya sekali lagi. Disitu, kami menikmati sore, menunggu buka puasa sembari menghentak Taman Suropati dengan keriangan musik Celtic.

—————————————————–

Profil Celtic Room di Facebook: https://www.facebook.com/Celtic-room-722900217733405/?fref=ts

Celtic Room di salah satu hasil rekam saya di Studio Akar:

Celtic Room ketika masuk di Kompas TV:

 

 

Iklan

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s