Kita dan Mimpi Mereka (Secarik Catatan Kelas Inspirasi Bogor 2)

Bersama anak-anak perajut mimpi

Bersama anak-anak perajut mimpi

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 9 September 2014. Saya mengikuti “Kelas Inspirasi Bogor 2”. Kelas Inpirasi adalah program turunan dari gerakan Indonesia Mengajar. Gerakan ini punya konsep sebagai berikut:

Kelas Inspirasi adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi meraih cita-cita. Cerita tersebut akan menjadi bibit untuk para siswa bermimpi dan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka. Tujuan dari Kelas Inspirasi ini ada dua, yaitu menjadi wahana bagi sekolah dan siswa untuk belajar dari para profesional, serta agar para profesional, khususnya kelas menengah secara lebih luas, dapat belajar mengenai kenyataan dan fakta mengenai kondisi pendidikan kita.

Awalnya saya memperoleh informasi tersebut dari twitter, kemudian karena keinginan untuk menghilangkan kejenuhan rutinitas kerja, mencoba hal baru–karena sebelumnya saya belum pernah terlibat dengan kegiatan mengajar anak SD–akhirnya saya mendaftar di websitenya. Saya mendaftar di regional Bogor, selaku domisili saya saat ini. Kebetulan Kelas Inspirasi Bogor ini adalah yang kedua kalinya diadakan di Bogor.

Beberapa minggu kemudian, masuklah ke email saya, email balasan dari panitia Kelas Inspirasi Bogor. Rupanya saya diterima. Cukup terkejut juga, karena sebenarnya banyak banget pendaftarnya berdasarkan pantauan saya di twitter Kelas Inspirasi Bogor (KIB). Rupanya melalui form pendaftaran itulah seleksi dilakukan, padahal saya menyelipkan sedikit humor saat mengisi bagian “Apa peran profesi dan kegiatan Anda terhadap kehidupan bermasyarakat?” Mungkin humor saya itu berkesan di panitia yang menyeleksinya. Haha

Ketika datang ke briefing di SD Mardi Yuana Bogor, 30 Agustus 2014, para sukarelawan pun dibagi menjadi beberapa kelompok untuk disebar ke berbagai SD di seluruh pelosok Bogor. Saya masuk ke dalam kelompok 9.

Di kelompok 9 saya tergabung bersama Pak Ari (Pensiunan PNS), Mas Rama (HR & Legal Manager), Mbak Sarry (Marketing alat-alat kesehatan), Mbak Achel (Finance Accountant) dan Mbak Anggi 1 (Wartawan), masih ada lagi anggota lainnya (meskipun tidak datang briefing tapi tetap bisa datang di Hari Inspirasi dan berkumpul menyusun rencana) yaitu Mbak Diana (ChefFood Writer), Mbak Reni (Production Executive), Mas Ade (Engineer) dan Mbak Anggi 2 (Fotografer). Hehe, ada dua Anggi disini.

Tidak lupa juga ditemani dengan fasilitator dari panitia KIB 2, Mbak Rissa (yang juga alumni Indonesia Mengajar). Sebenarnya masih ada Mbak Ivone (Banker) dan Mas Don (Fotografer) yang menjadi anggota kelompok ini, tapi karena kesibukan bekerja yang bentrok dengan jadwal KIB 2 mereka tak bisa ikut di Hari Inspirasi. Hari Inspirasi jatuh di hari kerja jadi kita memang diharuskan untuk mengambil cuti kerja satu hari agar bisa berpartisipasi.

Mbak Anggi 2 dan Pak Ari disini sebagai relawan fotografer dan videografer, dan yang lainnya termasuk saya sebagai relawan pengajar. Kami kebagian untuk datang ke SD Neglasari 3.

Para Inspirator Kelompok 9 KIB 2

Para Inspirator Kelompok 9 KIB 2

Beruntunglah saya tergabung bersama-sama orang yang memiliki semangat hebat, meskipun masing-masing sibuk, tapi semuanya konsisten dan kompak bekerja sama menyusun perencanaan pembagian kelas, keberangkatan, persiapan banner-name tag-poster pohon inspirasi, survey ke SD, dll. Salut untuk Mas Rama yang kami angkat sebagai Ketua Kelompok 9 atas semua ide, inisiatif dan kerja kerasnya memimpin kelompok ini. Juga terima kasih untuk Mbak Rissa yang telah berbagi semangat dan pengalaman pada kami yang mayoritas baru pertama kali ikut kegiatan ini.

Meskipun dengan persiapan yang minim karena harus menyempatkan waktu berkumpul di luar jam kantor dalam rentang 10 hari (di sela-sela jam kerja & weekend) sebelum Hari Inspirasi, kami akhirnya bisa datang dengan semua persiapan pada hari Inspirasi, 9 September 2014, di SD Neglasari 3.

Selamat datang di SD Neglasari 03

Selamat datang di SDN Neglasari 03

Pagi hari yang cerah dan segar, semangat rasanya membuncah di hati ketika menginjakkan kaki ke SD Neglasari 3. Apalagi ditambah sambutan hangat dari para guru dan kepala sekolah serta dari anak-anak SD yang riang (beberapa anak datang dan langsung menyalami kami, sungguh, ini sensasi yang menyenangkan).

Coba rasakan api semangat mereka

Rasakan api semangat mereka

Setelah perkenalan di acara apel di lapangan SD, sesi mengajar pun dimulai. Saya mendapat jatah mengajar di tiga kelas. Di jam pertama saya berduet dengan Mbak Sarry di kelas 3 (Jam pertama diisi oleh Mbak Sarry, jam kedua saya). Alasan kami berduet adalah karena kelas ini muridnya paling banyak, dan luar biasa ramainya. Saya pernah berhadapan dengan mahasiswa saat mengajar sebagai asisten dosen semasa kuliah dulu, tapi semua pengalaman mengajar itu hangus tak ada artinya sama sekali jika dibandingkan dengan pengalaman mengajar satu ini, mengajar anak SD lebih rumit daripada mengajar mahasiswa.

Dan benar saja, belum apa-apa suasana sudah kacau. Setelah pembagian name tag (anak-anak ini senang sekali ketika mendapat name tag dan bisa mereka bawa pulang sebagai kenang-kenangan), Mbak Sarry ingin mencoba membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok, tapi yang terjadi adalah kekacauan. Anak-anak berlari ke sana kemari ketika disuruh berbaris untuk dikelompokkan, ada yang main sendiri di belakang lah, ada yang berantem karena rebutan alat peraga yang dibawa Mbak Sarry, ada yang berteriak karena ngga dapet kelompok lah. Efek mengajar pertama kali di pagi hari ini cukup membuat saya berkeringat saat wira-wiri menenangkan suasana. Haha

Di dalam mata mereka terpancar harapan

Ada harapan terpancar dari mata mereka

Untunglah datang Bapak dan Ibu Guru yang turut mengawasi kami, dengan jurus pamungkas “tepuk diam” dari Pak Guru, anak-anak akhirnya berhasil ditenangkan. Sebenarnya kami sudah diajarkan trik dan tips menenangkan anak-anak ala “tepuk diam” seperti yang dipakai Pak Guru ini ketika briefing, tetapi mungkin karena ini jam pertama, kami masih kagok dan harus beradaptasi dulu dengan atmosfer SD ini. Di kelas-kelas berikutnya saya mengadopsi trik “tepuk diam” Pak Guru ini dan terbukti ampuh, haha.

Kemudian tiba lah saat saya harus mengajar, sebenarnya sempat bingung juga bagaimana menjelaskan profesi saya–Programmer–ke anak-anak ini. Ketika saya tanya apakah ada yang tahu apa itu Programmer, tak ada yang tahu. Akhirnya saya pun jelaskan dengan PPT yang telah saya siapkan (untunglah saya berhasil meminjam proyektor dari kantor, kalau tidak, bingung saya harus menggunakan alat peraga apa). Saya sengaja menyusun PPT ini dengan banyak gambar-gambar tokoh kartun yang familiar dengan anak-anak SD dengan penjelasan sesederhana mungkin. Dan benar saja, anak-anak ini jadi aktif dan tertawa-tawa setiap saya pindah slide yang ada gambar tokoh kartun yang mereka kenal, suasana jadi hidup.

Apa itu Programmer Pak Guru?!

Apa sih Programmer itu, Pak Guru?!

Pertama, saya kenalkan mereka dengan produk-produk yang dibuat Programmer yang mungkin telah mereka kenal seperti games (mereka langsung bersahutan ketika saya menampilkan Point Blank, Angry Bird, dll), facebook, google dll. Kemudian saya jelaskan kepada mereka bahwa semua itu yang membuatnya adalah Programmer, dengan begitu mereka lebih mudah menangkapnya. “Oh, rupanya kalau pengin bisa bikin games kaya’ gitu harus jadi Programmer toh?” Begitulah poin pertama yang ingin saya tanamkan kepada mereka.

Kemudian, saya jelaskan bahwa komputer itu tak hanya bisa digunakan untuk main games saja, saya kenalkan mereka dengan Microsoft Word yang dapat membuat buku-buku pelajaran yang mereka baca, saya kenalkan mereka tentang bagaimana menggunakan Google yang benar untuk memperoleh berbagai pengetahuan dan informasi. Inilah poin kedua, “Oh, jadi komputer itu bisa digunakan untuk berbagai hal lain selain main games ya.”

Lighting, Camera, Action!

Lighting, Camera, Action!

Setelah anak-anak mulai memiliki ketertarikan dengan dunia Programmer. Terakhir, saya bawa mereka untuk mengetahui hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menjadi Programmer. Seperti, mengambil jurusan apa saat kita SMA dan kuliah. Kemudian saya luaskan pandangan mereka bahwa cita-cita itu ada bermacam-macam, ada banyak profesi di masa depan yang dapat mereka coba, dan apa pun profesinya itu, asal bisa bermanfaat untuk kehidupan dan orang banyak, jangan pernah menyerah untuk meraihnya. Sikap-sikap seperti pantang menyerah, mandiri, bekerja keras dan jujur adalah dasar untuk meraih cita-cita. Itulah poin terakhir yang ingin saya tanamkan dalam kesadaran anak-anak SD ini. Di sela-sela saya menjelaskan poin-poin di atas saya tak lupa mengajak mereka terlibat dalam permainan dan games yang telah saya siapkan agar mereka tak suntuk dengan penjelasan saya.

Buka jendelamu, tatap dunia!

Buka jendelamu, tatap dunia!

Kelas pertama cukup menyenangkan karena kelas 3 saya rasa adalah masa peralihan, sehingga anak-anaknya sangat aktif dan bertanya macam-macam, kelas kedua dan ketiga adalah kelas 4 dan kelas 5, terlihat sekali tahap peningkatan kedewasaan anak-anak ini. Di kelas 5 bahkan ada anak yang cukup cerdas dan mengerti komputer.

Pohon Cita-cita

Pohon Cita-cita

Dan sesi penutupan adalah sesi Pohon Cita-cita dan foto bersama di lapangan SD. Setiap siswa menempelkan cita-cita mereka di poster Pohon Cita-cita yang telah disiapkan. Kemudian berkumpul bersama mengangkat banner dan masuk dalam jepretan foto Pak Ari dan Mbak Anggi 2. Sungguh meneduhkan hati ketika melihat tingkah polah anak-anak SD Neglasari 3. Tawa mereka, canda mereka, semangat mereka, sampai sekarang semua kesan yang saya peroleh di Kelas Inspirasi Bogor 2 ini tertanam kuat di ingatan saya.

Kita dan mimpi mereka.

Kita dan mimpi mereka.

Terima kasih untuk semua rekan Kelompok 9 yang telah bekerja sama dengan kompak dan selalu bersemangat. Juga kepada panitia Kelas Inspirasi Bogor 2 yang telah menyalurkan energi positifnya kepada kami, para profesional, sehingga menyadarkan kami bahwa anak-anak Indonesia punya mimpi, mereka punya cita-cita, mereka punya harapan. Dan kita semua sebenarnya bisa turut membangkitkan semangat mereka untuk meraih mimpi mereka, memotivasi mereka, menopang mereka dengan segala energi positif.

Kepada mereka, kepada anak-anak perajut mimpi ini saya belajar tentang harapan, bahwa mimpi dan cita-cita itu nyata, dan bisa kita raih. Inspirasi bukan hanya dari kami, mereka pun telah menginspirasi kami.

Sekian segelintir obrolan kali ini, kamu, iya kamu, tertarik turut membangun mimpi anak-anak Indonesia?! Bergabunglah kesini.

Kelas Inspirasi, bangun mimpi anak Indonesia!

___________________________________________

Thank’s untuk Pak Ari dan Mbak Anggi 2 yang telah mengabadikan tiap momen Kelompok 9 KIB 2. Foto-foto disini saya ambil dari kamera kalian. :mrgreen:

Iklan

5 pemikiran pada “Kita dan Mimpi Mereka (Secarik Catatan Kelas Inspirasi Bogor 2)

  1. Wah, sepertinya seru sekali ya acara Kelas Inspirasi. 😀

  2. udah pernah siiih sebentar ngajar anak2 dan memang luar biasa ruetnya :))

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s