Kisah dari Balik Jendela [Prompt #16]

Seperti malam-malam sebelumnya, aku duduk disini. Dari balik jendela kamar ini aku bisa melihatnya. Gadis itu, sekitar tiga minggu sudah aku menjadi pemuja rahasianya–jangan tertawa! Meskipun istilah ini memang terdengar klise kacangan.

Malam ini dia menggerai rambutnya yang sebahu, sungguh cantik. Seperti biasa pula, jendela kamarnya selalu terbuka–dia hanya menutup tirainya saat akan tidur–sehingga aku bisa melihat dia dengan jelas dari jendelaku. Memperhatikan dan mengagumi tiap bagian dari dirinya.

Dia melangkah menuju pianonya. Ah ya, inilah momen yang selalu aku tunggu. Saat dia bermain dengan pianonya, memainkan lagu yang aku tak tahu judulnya apa tetapi selalu berhasil menentramkan hati, tak pernah bosan setiap malam aku melihat pemandangan ini.

Tiba-tiba sesosok orang berpakaian hitam datang dari belakang gadis itu. Orang itu merentangkan sebuah kawat di tangannya. Hei! Tunggu! Apa yang kau lakukan!! Hei! Lari! Lari!

Aku tak bisa berbuat apa-apa. Orang berbaju hitam itu tiba-tiba mengalungkan kawatnya ke leher gadis itu. Gadis yang malang, dia tak tahu orang itu datang mengendap-ngendap dari belakang saat dia bermain piano. Gadis itu meronta, tapi tak ada suara keluar dari mulutnya.

Gadis itu terkulai. Terjatuh di lantai kamar itu.

Aku bergetar. Keringat dingin membasahi sekujur tubuhku. Jantungku berdetak tak karuan. Dalam sekejap, perasaan tenang dan damai yang aku nikmati tadi berubah menjadi kengerian.

Tiba-tiba orang berbaju hitam itu melihat ke arah jendela kamar itu. Lalu dia melihat ke jendelaku.

Sial!!

Aku langsung bergerak ke samping jendela. Bersembunyi dari pandangannya. Dalam hati aku berdoa, semoga dia tidak melihatku.

****

Aku terbangun dari tidur. Peluh membasahi tubuhku. Dadaku berdegup kencang. Lagi-lagi mimpi itu datang lagi. Aku bergerak ke jendela kamar. Kulihat rumah di seberang jalan. Rumah yang ditempati oleh keluarga yang baru datang tiga minggu lalu. Aku harus memperingatkan gadis itu.

****

LARI!!

Sudah dua hari ini Naya mendapati tulisan itu tertulis di jendela kamarnya. Tulisan berwarna merah itu mulai membuatnya tak nyaman. Di kompleks ini dia tak pernah melihat preman atau berandalan berkeliaran. Lalu, apakah tulisan ini hanya ulah vandalisme biasa atau ada maksud lain? Naya tak mengerti.

****

“Huuffhhtt…” Jarot mendesah lega.

Selesai sudah misinya menghabisi semua orang di rumah ini. Gadis yang tergeletak di hadapannya adalah korban terakhirnya malam ini. Jarot menatap gadis itu sekali lagi, lalu menatap piano yang tadi sedang dimainkan gadis itu. Kemudian dia melihat jendela yang terbuka di kamar itu.

Tiba-tiba perhatiannya tertuju pada sesuatu.

Sesuatu yang berkelebat di jendela salah satu kamar di rumah seberang jalan. Kamar ini dan kamar tersebut sama-sama di lantai dua sehingga dia bisa melihatnya dengan jelas. Jarot tiba-tiba merasa tak nyaman.

Dia mendekat ke arah jendela, sekali lagi diperhatikannya baik-baik rumah di seberang jalan itu.

“Ada apa Rot?! Lama amat kau disini?!” suara Rozak mengejutkan Jarot.

“Ah. Tidak, aku tadi merasa melihat seseorang di rumah itu,” Jarot menunjuk rumah di seberang jalan.

“Seseorang?! Mana mungkin ada orang disitu. Rumah itu sudah tujuh tahun tak berpenghuni. Itu rumah kosong!”

“Rumah kosong?!”

“Iya, rumah kosong. Udah, ga usah terlalu banyak mikir. Cepetan ayo cabut dari sini! Bos udah nelpon.”

Jarot kembali melihat jendela kamar di rumah seberang jalan itu. Dalam hati berharap bahwa tadi dia hanya berhalusinasi melihat seorang lelaki dengan kapak di kepalanya.

———————————————–

Ditulis untuk MondayFlashFiction

Iklan

22 pemikiran pada “Kisah dari Balik Jendela [Prompt #16]

  1. baguss, Mas tetapi terlalu singkat untung FF
    Panjangin 🙂
    Salam

    • Iya, kan FF, saya nyoba meminimalisir konflik yang ada. :mrgreen:

      • ini kepanjangan mas. dan lompat-lompatnya bikin ga nyaman. konfliknya juga masih samar. ini yang mau jadi fokus siapa, orang yang melihar dari balik jendela dengan segala mimpinya, atau jarot dengan misinya? rancu gitu.
        perputaran POV dan cerita tentang ‘misi’ jarot itu malah bikin konflik baru, tapi nggak jelas. misi apa? kenapa dia harus bunuh seisi rumah?

        • Sebenarnya konflik yang saya angkat disini itu: Seorang makhluk yang disini saya sebut “Aku”, tertarik pada seorang gadis di rumah seberang jalan.
          Dia selalu memperhatikannya melalui jendela.
          Lalu dia memperoleh firasat kalau ada bahaya yang mengancam gadis itu.
          Dia mencoba memperingatkan gadis itu.
          Tapi gadis itu tak mengerti arti peringatan si Aku.
          Lalu, firasat bahaya itu pun menjadi kenyataan, dalam bentuk si Jarot dkk.

          Memang, bagian yang hilang adalah pada bagian “Kenapa Jarot membunuh seisi rumah?”
          Yang menciptakan konflik baru.
          Sebenarnya adegan Jarot itu adalah untuk menjawab dari konflik “firasat buruk” dari si tokoh Aku.

          Saya sebenarnya bereksperimen, untuk menutup sebuah konflik dalam satu cerita dengan konflik lainnya. Jadi konflik baru itu adalah jawaban dari konflik pertama.

          Dan konflik baru yang tak terselesaikan di FF itu saya serahkan ke pembaca untuk menginterpretasikannya.

          Seperti di film Inception.
          Saat Leonardo di Caprio berhasil kembali ke dunia nyata. Dia memutar Totem-nya (yang digunakan untuk menunjukkan apakah dia masih di dalam mimpi atau dunia nyata). Kemudian ketika kamera mau mati, di totem yang hampir jatuh itu tiba-tiba berputar lagi. Jadi penonton bertanya Si Leonardo ini masih di dalam mimpi atau ga sih sebenarnya?!

          Saya mencoba seperti itu, tapi namanya juga masih belajar mbak, jadi mungkin terkadang saat sudah dibaca orang lain menjadi ga tepat sasaran :mrgreen:

          Oh, btw, rupanya saya melanggar komen saya sendiri di atas:
          “Iya, kan FF, saya nyoba meminimalisir konflik yang ada.”
          Saya sebenarnya malah menciptakan multi konflik ya? :mrgreen:

          Thank’s atas pengamatannya mbak. Saya jadi tahu harus lebih teliti lagi memikirkan unsur-unsur penting FF. 🙂

  2. owh mantab..endingnya bikin pembaca bertanya-tanya 😀

  3. ceritanya seruuuu duhh siapa y jd ikut waswas hihi

  4. si Aku yang terbangun dari tidur sebenernya udah meninggal gitu kan?
    #semoga tak gagal paham ^_^V

  5. still mikir. hiihhi

  6. kereennn… kayaknya gak cukup kalo sebatas FF 🙂

    jawaban di blogku: gambar gak bole diganti makanya aku bikin FF baru lagi 🙂

  7. hai, aku baru lihat-lihat tentang FF. 😀 terima kasih ya, cerita-nya bagus.

  8. ceritanya seru sekali kang.. lnjutkan ya 🙂

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s