Nota Yang Terlupakan [Prompt #11]

Arya menatap nota yang ada di tangannya. Beberapa detik lalu nota itu ikut terjatuh dari sakunya saat petugas kereta api memintanya menunjukkan karcis. Arya menelusuri alur ingatan di kepalanya, mencari jawaban dari pertanyaan yang memenuhi pikirannya. Dari mana nota ini? Kapan aku mendapatkan nota ini?

Coffee Bento. Stasiun Gambir. 2 Aneka Juice. Informasi yang ada di nota tersebut tak memberikan jejak apapun di ingatannya.

Arya merasa dipermainkan ingatan. Kalau memang amnesia, kenapa dia masih bisa ingat namanya, dimana dia tinggal, siapa istri dan anaknya, tanggal berapa dia lahir.

Hanya satu yang tak berhasil dia ingat. Dari mana datangnya nota tersebut.

Kring kriingg. Tiba-tiba handponenya berdering.

“Halo mas,” suara istrinya di seberang sana memanggil.

“Iya, Kenapa?”

“Udah selesai meetingnya mas?”

Meeting? Arya mencoba mengingat-ingat, meeting apa? Bukankah hari ini dia tidak lembur? Lagi pula tak ada meeting tambahan di kantor hari ini. Tapi, saat ini jam sudah menunjuk angka 21.45, dan dia masih berada di dalam kereta menuju Depok. Dari mana saja aku? Tiba-tiba Arya semakin binggung.

“Mas?! Mas?!”

“Oh, eh. Iya, meetingnya udah selesai kok, ni sekarang aku udah dalam perjalanan pulang.” Arya menjawab sekenanya.

“Oh, bagus lah kalau udah selesai. Kamu bawa kunci pintu depan kan? Aku ngantuk mas, mau tidur dulu soalnya.”

“Iya, aku bawa. Sebentar lagi aku sampai rumah kok.”

“Hati-hati di jalan ya sayang.”

Arya memasukkan kembali handphonenya ke saku. Dan sekali lagi menatap nota misterius di tangannya. Masih dengan kebingungannya.

*****

Di depan pintu keluar Coffee Bento. Stasiun Gambir. Satu setengah jam yang lalu.

 “Kita ga mungkin nerusin hubungan ini Mas.” Naya menatap dalam ke mata Arya.

“Tapi Nay,..”

“Ga bisa Mas. Ini hubungan terlarang.”

“Tak ada yang terlarang di dalam cinta Nay. Cinta itu suci. Cinta itu anugerah Tuhan.”

“Ngga Mas, cinta kita tak mungkin bisa bersatu.”

“Kalau tentang istri dan anakku, aku akan mencari jalan keluarnya Nay!”

“Ga ada jalan keluar lagi Mas,” Naya berbalik.

“Tunggu Nay!” Arya menarik tangan Naya yang hendak pergi.

“Maafkan aku Mas…”

Naya menepuk pundak Arya. Tiba-tiba semua yang ada di depan mata Arya menjadi gelap.

“Sepuluh detik setelah saya selesai bicara, kamu akan terbangun dan berjalan keluar dari stasiun ini. Lalu kamu tak akan pernah ingat lagi dengan seorang wanita bernama Naya Ardita. Kamu akan melupakan nama itu meskipun kamu akan bertemu dengannya lagi atau melihat fotonya. Kamu tak akan pernah ingat dengan semua hal yang telah kamu lalui bersama wanita itu. Kamu akan melupakan semua yang berkaitan dengan Naya Ardita. Kamu juga tak akan pernah ingat bahwa kamu pernah mencintai wanita itu…”

“…Naya Ardita tak pernah ada di dalam ingatanmu.”

Rasa sesak menghimpit dada Naya ketika menyelesaikan sugesti hipnotisnya. Hanya air mata dan luka yang menjadi jejak terakhir Naya saat berjalan pergi. Meninggalkan Arya yang sepuluh detik lagi akan melupakannya.

Iklan

27 pemikiran pada “Nota Yang Terlupakan [Prompt #11]

  1. ooo….
    jgn bilang Naya ini jelmaan Uya Kuya hehe
    pisss

  2. imajinasi yang luar biasa yus! 😀

  3. Dibuka dengan begining yg mantap, bikin pembaca jadi menduga2 apa yg terjadi dengan si laki-laki (saya pikir dia berkripadian ganda :P) ternyata oh ternyata.. Salam Mas

    • Thank’s atas kunjungannya 🙂
      Hmm, multi personalitas memang sering menjadi ide yg menarik juga 🙂

  4. hayooooo… di hiphotis niy
    cek dompetnya masi utuh gak 😀

    • Kalau disuruh milih jadi korban hipnotis dikuras dompet atau hipnotis ngelupain cinta.
      Aku lebih milih dihipnotis kuras dompet aja dah :mrgreen:

  5. wahhh keren banget mas idenya! penasaran kenapa di arya hilang ingatan. kirain abis dikasih obat apah gitu di jusnya. wehehhehehhe
    jadi, meeting yang ditanyain istrinya itu, adalah meeting dengan Naya? di sini nih yang bolongnya 😀

    • Thank’s kunjungannya mbak 🙂
      Tentang meeting, itu terserah pembaca mau nyimpulin gimana.
      Kalau versi saya, sebenarnya, meeting itu adalah alibi yg biasa digunakan oleh Arya ke istrinya saat Arya ingin “meeting” dengan Naya.
      Jadi, Arya juga ga ingat tentang alibi meeting itu, soalnya kan si Naya udah ngasih sugesti bahwa Arya akan melupakan segala hal yang berkaitan dengan Naya. :mrgreen:

  6. Selamat mas anda berhasil membuat saya terpukau.
    *toss 🙂

  7. Bagus nih buka praktek hipnotis buat orang2 yang nggak bisa ngelupain mantan. Hahaha…

  8. etdah 😆

    Etapi kata akang romy rafael teh, katanya sugesti hipnotis ga bisa dimasukkan kalo si “korban” menolak ya… Kayaknya pernah bilang gitu deh…

    • Saya punya teman, pernah jadi korban hipnotis, tas beserta isinya (laptop) lenyap.
      Kalau memang benar kata Romy Rafael, tentu lah teman saya akan menolak kan? Lalu ga jadi deh kehilangan laptop :mrgreen:

      Mungkin sebenarnya ada beberapa trik yg membuat sugesti hipnotis itu dapat dipaksakan agar diterima otak korban.
      Secara ga langsung, mungkin di awal-awal pendekatan hipnotis, pelaku membuat sebuah sugesti-sugesti tersembunyi dalam kalimat-kalimat percakapan, yang tanpa disadari oleh korban itu diterima sebagai persetujuan untuk menerima sugesti hipnotis ke tahap selanjutnya yang lebih dalam.
      Haha, ini teori asal-asalanku aja :mrgreen:

  9. wahh.. ternyata. 😀 hehe. bagus idenya.

  10. Aih aku suka banget idenya. Hipnotis… belon ada yang nulis rasanya. Kreatif.

  11. perasaan kmrn udah baca. ternyata blm ninggalin jejak. nice story! 😉

  12. ga yakin hipnotis sekilas bisa bekerja begitu kuat. lebih ‘masuk akal’ jika naya pakai upaya klenik. misalnya memasukkan sesuatu ke jus yang diminum arya.

    • Terlepas apakah kekuatan hipnotis itu bisa bertahan seberapa lama, atau akan hilang nantinya.
      Kan di cerita itu hipnotisnya terjadi satu setengah jam yang lalu, jadi efeknya masih belum hilang dari diri Arya.

      Dalam kondisi emosi yang labil dari diri Naya, Naya mengambil keputusan yang tak direncanakan. Dia mencoba melakukan upaya hipnotis itu untuk meninggalkan Arya.

      Naya mencoba menanamkan sugesti sekuat mungkin ke dalam pikiran Arya. Masing-masing antara Arya maupun Naya tidak mengetahui seberapa kuat sugesti itu tertanam. Tapi Naya sudah berusaha semampunya menanamkan hipnotis tersebut.

      Selain itu karena ini Flash Fiction, saya sebisa mungkin meminimalisir detailnya.
      Begitulah :mrgreen:
      Tapi saya sendiri juga masih belajar kok mbak, ini cuma jawaban saya sebagai dasar kenapa saya menulis ini dan itu di cerita ini :mrgreen:

      Btw, tentang apakah hipnotis “sekilas” begitu bisa mempunyai pengaruh kuat atau ga.
      Teman saya pernah kena hipnotis, walaupun cuma beberapa detik sugestinya, tapi baru sadar setelah berjam-jam kemudian. Dan itu juga karena di sugestinya disebutkan dia akan sadar setelah sekian jam.

      Thank’s atas pengamatannya mbak. Jadi meluaskan pemahaman saya tentang unsur-unsur logis dalam FF. Meskipun saya sebenarnya udah berusaha selogis mungkin, hehe

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s