Generalisasi

Generalization

Oke, saya memang tipe blogger yang lebih sering menghabiskan waktu sebagai seorang blogwalker daripada aktif mengisi blog saya sendiri. Memang, menyenangkan berjalan-jalan dan menghabiskan waktu membaca berbagai macam pemikiran orang lain.

Terkadang gemas atau sebal ketika membaca pemikiran yang bertentangan dengan pemikiran saya,

bersorak setuju ketika menemukan pemikiran yang sealiran dengan saya,

menggaruk-garuk kepala yang tak gatal saat menemukan pemikiran yang memunculkan pertanyaan dan keragu-raguan baru yang menggoyahkan prinsip pemikiran yang selama ini saya anut,

atau berbinar saat menemukan pemikiran yang membuka khasanah baru dalam ruang pengetahuan saya.

Sorry, tulisan kali ini dibuka dengan sedikit halΒ random.Β Haha

Sore ini, saya berpikir tentang perilaku “generalization” yang terjadi di kehidupan sekitar saya. Seperti apa itu?

Suatu hari, ada seorang kawan saya mengeluh tentang pekerjaannya, sebut saja namanya Jono. Jono bekerja di bagian IT Networking sebuah perusahaan. Suatu hari seorang rekan kerjanya (bukan bagian IT) meminta bantuan dia untuk memperbaiki hardware komputernya, dalam hal ini rekan kerjanya meminta bantuan di luar kantor jadi tak dihitung sebagai jobdesk. Si Jono bilang ke rekannya bahwa dia ga bisa memperbaiki kerusakan pada hardware tersebut.

Kawannya bilang “Gimana sih?! Orang komputer kok ga bisa benerin komputer?!”

Si Jono cuma terhenyak dan memaki dalam hati.

Si Jono mengeluh kepada saya “Apa karena gue kuliah di bidang komputer lalu gue harus bisa melakukan segala hal yang menyangkut komputer?!”

Mengerti maksudnya kan?

Masih banyak orang yang menganggap bahwa bidang keilmuan komputer itu hanya satu jenis. Banyak yang berpendapat, seseorang yang sekolah di bidang komputer tentulah mengerti segala hal tentang komputer.

Mungkin dulu, di awal kemunculan komputer, bidang keilmuan yang mengisinya masih umum dan belum bercabang. Tapi, seiring perkembangan masa, bidang keilmuan komputer sendiri telah bercabang menjadi banyak .Tiap cabang itu sendiri masih bisa bercabang lagi, membuahkan berbagai macam disiplin ilmu yang lebih spesifik dan detail. Tapi tiap cabang ilmu masih tetap mengerucut kepada satu hal bernama komputer. Cabang-cabang tersebut merupakan akar dari komputer. Yang mungkin masih akan berakar pinak di masa depan, mengingat komputer adalah salah satu hal yang laju perubahannya sangat cepat.

Sampai saat ini di Indonesia, pendidikan mengenai komputer terbagi menjadi beberapa cabang berikut:

1. Computer Science

2. Computer Engineering (Turunan dari cabang ilmu ini adalah Manajemen Informatika dan Teknik Komputer)

3. Information System

Padahal jika melihat beberapa perguruan tinggi di luar negeri, cabang keilmuan tentang komputer yang ditawarkan sebagai jurusan mayor di tiap universitas tersebut lebih dari tiga jenis di atas. Ada yang dikhususkan mempelajari tentang database, ada yang mempelajari tentang security dalam networking, ada yang khusus mempelajari tentang analisis dan logika pemrograman, dll

Menanggapi pemikiran “generalization” tersebut. Dosen saya pernah bercerita, menurut beliau, hal itu adalah tanggung jawab para lulusan pendidikan komputer tersebut juga. Hal itu tak bisa dijadikan alibi untuk mengelak dan melepaskan diri dari tanggung jawab mereka. Bagaimanapun, seorang lulusan pendidikan komputer tetap dituntut untuk memiliki wawasan dan khasanah yang lebih luas dalam hal komputer, minimal pengetahuan yang lebih di atas orang yang tak berkecimpung di dunia komputer.

Kalau misal, suatu hari mengalami kejadian seperti kawan saya si Jono. Tidak seharusnya si Jono lalu lepas tanggung jawab dan tak mau mengurusi masalah kerusakan hardware tersebut. Jika saat itu Jono tak memiliki pengetahuan dalam menyelesaikan masalah tersebut, hendaknya dia tetap mencari tahu ke berbagai sumber atau kawan lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Karena, bagaimanapun juga, Jono pasti lebih cepat menangkap ilmu baru untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan komputer daripada rekan kerjanya yang berada di luar area keilmuan komputer tersebut kan?

Sebenarnya banyak kejadian “generalization” di bidang keilmuan lain. Tentunya, kita harus bijak menyikapi hal-hal seperti itu.

______________________________________________

Sumber Ilustrasi:

http://fallacyaday.com/2011/11/hasty-generalization/

Iklan

8 pemikiran pada “Generalisasi

  1. sya mengerti sekali bung πŸ˜›
    programer pun dituntut hrus bisa benerin printer yg rusak, asik

  2. Kenyataan yang ada memang spt itu ya, jadi memang benar yg kamu katakan seharusnya pak Jono masih bisa berusaha mengatasi masalahnya dgn mencarikan sumber yg bisa membantu πŸ™‚

  3. memang benar banyak yang generalisasi, semisal saya bagian mikrobiologi perikanan, karena ada ‘perikanan’ nya eh di tanyain bagaimana cara budidaya ikan, cara biar lele nya pada gedhe-gedhe dll, ya bingung πŸ™‚

    • Iya,
      tapi mau ga mau kita harus tetap nambah wawasan tentang bidang yang kita jalani.
      Ini ibarat sebuah tanggung jawab, seperti mas Hakim yang menyandang gelar “perikanan”, apapun itu, mas Hakim harus memiliki wawasan yang luas tentang ikan πŸ˜€

  4. Kalau saya malah di pihak Jono, kalau bukan job desk dan bukan bidang dia ya wajar saja untuk menolak. Klo di Indonesia mungkin semua orang dituntut untuk bisa mengerjakan yang bukan dibidangnya alih2 perush bisa irit dengan tdk memperkerjakan orang lain. *justmyopinion* :D.

    • Memang sih, klo ga di job desknya, kita boleh menolak pekerjaan itu.

      Sedangkan cerita di atas, si Jono diminta bantuan oleh temannya di luar kantor, jd ga dihitung jobdesk, hehe
      Dan komentar kawannya itu lah yang saya bahas, jadi Generalisasi terhadap pendidikan seseorang.

      Meski begitu, mau ga mau seseorang dengan latar belakang pendidikan tertentu tetap dituntut untuk mengetahui hal yang luas tentang pendidikannya itu πŸ˜€

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s