Tentang Donnie Darko

donnie-darko

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah film berjudul Donnie Darko. Film ini bukan film baru, dan merupakan film anti-mainstream yang tidak beredar luas. Sutradara Richard Kelly menyajikan sesuatu yang unik di film ini. Meskipun keunikan itu mungkin cukup sulit dicerna oleh penonton yang terbiasa menikmati karya mainstream dan ringan. Tapi jika sudah terbiasa dengan film-film karya David Fincher dan Christopher Nolan, mungkin tidak terlalu sulit untuk menikmati film ini.

Di harddisk saya, Donnie Darko yang dirilis tahun 2001 ini masuk ke dalam daftar panjang film-film mind blowing. Jadi memang harus sedikit “mikir” untuk nonton film ini. Hehe

Sudah banyak web yang membahas tentang sinopsisnya. Anda bisa lihat di wikipedia juga, disini -> Sinopsis Donnie Darko

Jadi disini, saya cuma akan membahas hal apa yang tertangkap oleh pemikiran saya setelah menonton film ini.

Poin pertama adalah:

Film ini sebenarnya penuh dengan potongan fragmen kehidupan masyarakat yang cukup kritis.

1. Keluarga yang demokratis.

Diceritakan kehidupan keluarga Darko yang menurut saya cukup liberal dan demokratis. Dialog pembukaan film yang mengambil setting saat keluarga Darko sedang makan malam bersama di rumah sederhana mereka. Penuh dengan ke-terus terang-an tiap anggota keluarga mencurahkan pikirannya di sesi “hangat” keluarga yang sedang berkumpul. Tanpa rasa sungkan dan malu. Mungkin cukup tidak sopan bagi adat timur. Misalnya saat si anak bungsu yang masih SD bertanya tentang masturbasi dan arti kata “fuck up”.

2. Krisis edukasi di sekolah menengah.

Ada seorang guru yang mengajar dengan idealismenya, seperti guru sastra inggris yang diperankan oleh Drew Barrymore. Akhirnya dia dipecat karena idealismenya dianggap bertentangan dengan idealisme sekolah.

Lalu, ada pula guru yang selalu menyajikan video motivasi moral kepada siswanya. Berharap para siswa itu dengan mudahnya langsung menangkap makna video motivasi itu. Padahal ketika si Donnie Darko mempertanyakan essensi dari moral itu sendiri, guru tersebut malah kewalahan dalam memberikan jawaban.  Bahkan si guru itu memaksa Donnie Darko agar “nurut” aja, ga usah nanya macem-macem. Kebebasan berpendapat Donnie Darko dikekang oleh guru itu. Guru itu merasa ajarannya adalah yang paling benar, udah jangan membantah, nurut aja. Padahal di usia siswa sekolah menengah seperti Donnie Darko dkk sedang membutuhkan pendidikan mental yang benar. Bukan hanya mendengarkan doktrin dari sudut pandang sempit sang guru.

3. Essensi dari sebuah motivasi moral.

Ada seorang tokoh motivator yang muncul di film ini. Lalu motivator itu mengadakan sesi acara motivasi di sekolah Donnie Darko, bayangkanlah seperti acara Golden Ways yang dipandu oleh Mario Teguh. Motivator itu memberikan motivasi dan solusi kehidupan kepada para siswa dalam mengatasi masalahnya masing-masing, tentunya motivasi yang penuh dengan kata-kata bijak dan inspiratif. Tapi ketika Donnie Darko maju, lalu mempertanyakan motif sesungguhnya motivator itu dalam mengadakan acara ini, motivator itu gelagapan. Donnie Darko menyerang langsung tentang “bayaran” yang diterima motivator itu. Lalu, dia juga mempertanyakan tentang “Apakah betapa sederhananya hidup kami seperti dalam kata-kata bijakmu itu?”. Donnie Darko menekan motivator itu untuk menunjukkan apa makna sebenarnya dari seluruh proses motivasi tersebut. Akhirnya Donnie Darko pun malah diusir dari acara tersebut oleh pihak panitia.

Mendekati akhir cerita, si motivator ini akhirnya malah ditangkap oleh polisi karena terlibat sebuah kasus tentang child pornography. Sungguh ironisnya nasib seorang manusia yang menggunakan “topeng” dalam hidupnya.

4. Perkembangan mental remaja.

Donnie Darko, remaja yang menjadi tokoh sentral dari film ini diceritakan memiliki krisis mental yang menyerempet skizofrenia dan halusinasi. Dia sering berhalusinasi bertemu dengan sosok manusia kelinci yang berbicara tentang masa depan dan akhir dunia. Dia juga melakukan berbagai tindakan anarkis sesuai dengan perintah manusia kelinci dalam halusinasinya. Seperti merusak saluran air sekolahnya sehingga menyebabkan banjir, memasang kapak di kepala patung maskot sekolah, membakar rumah sang motivator dan berbagai tindakan yang menentang sistem kolot di sekolahnya. Seorang pemuda yang masih labil dalam masanya seperti Donnie Darko ini sesungguhnya membutuhkan perhatian dari keluarganya dan lingkungan sekitar.

Poin kedua:

Film ini penuh dengan berbagai dialog yang mempertanyakan tentang keberadaan Tuhan , ilmu pengetahuan, dan essensi dari perkembangan moral manusia. Saya acungkan jempol untuk scriptwriter film ini yang berhasil mengangkat dialog-dialog cerdas, meskipun perlu mengernyitkan dahi dalam beberapa sesi dialog karena tidak mudah dicerna. Hehe.

Poin terakhir:

Film ini sangat kental membahas tentang konsep dunia paralel dalam time travel yang pernah diungkapkan oleh fisikawan Stephen Hawking. Disinilah sebenarnya kunci utama dari film ini. Donnie Darko mencari kebenaran tentang time travel ini melalui petunjuk di dalam kejadian-kejadian yang dia alami beserta bekal sebuah buku berjudul “The Philosophy of Time Travel” yang merupakan karya seorang nenek misterius yang tinggal di daerahnya.

Donnie Darko, dengan tekanan dari manusia di sekitarnya, dengan tekanan dari krisis mental dan pikirannya, dengan idelismenya menentang sistem, dengan obsesinya terhadap time travel, semua itu menjadi komplikasi konflik di cerita film ini. Dan pada akhirnya ditutup dengan twist ending yang mengejutkan, jawaban dari segala pertanyaan dan distorsi pikiran saat saya menonton film ini.

Rupanya, setelah saya searching, film ini termasuk salah satu dari deretan film yang memperoleh predikat Best Cult Movie dari para kritikus. Bahkan film ini berada di peringkat ke 9 dalam daftar “50 Films to See Before You Die”. Tak heran, setelah film ini, Jake Gylenhall yang memerankan Donnie Darko, kebanjiran job di film-film selanjutnya.

Kalau anda tidak tertarik dengan mind blowing film saya sarankan jangan menonton film ini. Karena bisa mendatangkan efek menghantamkan kepala berkali-kali ke dinding atau tidur tanpa sadar sebelum menyelesaikan menonton film ini. 😀

_________________________________________________________________

Sumber Ilustrasi:

http://www.goodnewsfilmreviews.com/2011/02/movie-poster-donnie-darko.html

Iklan

15 pemikiran pada “Tentang Donnie Darko

  1. kayaknya bagus tu yus, punya filmnya?? 😀

    • Aku ada filmnya.
      Tapi sekali lagi kuyakinkan ini film “anti-mainstream”. Banyak hal yang akan bikin kita mengernyitkan dahi saat nonton 😀

  2. Lihat dari gambarnya ko serem ya :(.

  3. Belum pernah nonton filmnya nih 🙂

    btw, bicara ttg motivasi ya, terus terang aku nggak ngeh ttg Mario teguh, belum ngeh juga knp di sana ada profesi sbg motivator

    • Sebenarnya inti film ini bukan di bagian motivatornya, tapi kritik sosialnya.
      Kritik ke motivatornya itu bagian dari fragmen cerita di film ini aja. 🙂

  4. wah ada yg satu selera 🙂
    akhirnya faham knp “the box” nya Kelly dibilang jauh dri masterpiecenya.
    the box mmg cerdas
    tp darko mmbuat org cerdas jd ngerasa bego sndiri

  5. Ngebaca sinopsisnya jadi pengen nonton. Ada link donlotnya gak nih? 🙂

  6. Barusan juga sih aku nonton nih film, kebetulan emg suka sama film mindblowing gini, kaya karyanya christoper nolan gitu hehehe. tp emg bener2 bikin frustasi nih film
    Aku juga mau nanya siapa tau mas nya bisa ngejelasin hehehe
    Apa sih penjelasan kompleks tentang endingnya ? Awalnya kan dia kaya nyurangin kematian dari mesin jet itu ? Terus kok ending disitu malah kejadian si darko ketiban mesin jet, aku udah nyimpulin sih mungkin diawal cerita itu masa depannya si donnie kalo dia bisa ngindar dari mesin jet itu, dan termasuk 28 hari 6 jam xxx itu yang diceritain sepanjang film juga bagian dari masa depan donnie ? Terus dia balik ke tempat awal mula sebelum mesin jet jatoh ? Dari situ donnie ngubah masa depannya supaya gak ngalamin hal2 buruk yg udah diliat si donnie terus lebih milih mati ketiban jet jatoh itu ? Benar gitu gak mas ? Hehehe itu sih sudut pandang aku tentang film ini mungkin mas punya versi yang beda 😊

    • Kalau menurut pemahaman saya, teori Stephen Hawking tentang dunia paralel itu adalah kunci jawabannya.
      Jadi, “Darko pertama” mengubah masa depannya, tapi apa yang dia lakukan tidak akan mengubah masa depan dari “Darko kedua”, semuanya tetap terjadi semestinya. “Darko kedua” tetap akan tertimpa mesin jet. Akhirnya, tak ada yang berubah dari masa depan Donnie Darko, karena “Darko pertama” pada akhirnya memilih untuk kembali menjadi “Darko kedua”.
      Bingung ya? Haha. :mrgreen:

      Film ini, menurut saya memang menyerahkan sepenuhnya “apa yang diperoleh” kepada penontonnya. Jadi, bisa saja poin2 yang ditangkap oleh para penonton masing-masing berbeda. Mungkin saya menangkap poin A, B dan C seperti yg saya ungkapkan di tulisan ini. Mungkin juga orang lain menangkap poin D, E dan F yang berbeda dengan yg saya tulisakan disini.
      Tenang aja, yg penting kamu tetap menikmati filmnya, karena ga banyak orang yg bisa menikmati film macam ini, hehe.

  7. jadi donnie darko di beri misi oleh Tuhan kah?

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s