Paradigma Pemrograman

Paradigma pemrograman adalah bentuk pemecahan masalah mengikuti aliran atau “genre” tertentu dari program dan bahasa. Empat paradigma pemrograman yang sangat mendasar dan berbeda pada tiga dekade terakhir adalah:
• Imperative programming
• Object-oriented programming
• Functional programming
• Logic programming
Beberapa bahasa dirancang mendukung lebih dari satu paradigma. Sebagai contoh, C++ merupakan campuran antara bahasa imperative dan object-oriented, sedangkan Leda dirancang untuk mendukung paradigma
pemrograman imperative, object-oriented, functional, dan logic.

Imperative Programming merupakan paradigma pemrograman paling tua, yang dirancang berdasarkan model komputasi klasik “von Neumann-Eckert”. Pada model ini, program dan variabelnya disimpan
bersama, dan program terdiri atas perintah-perintah yang membentuk perhitungan, penyimpanan nilai ke variabel, membaca input, menghasilkan output, atau mengarahkan kontrol dari deret instruksi dalam program.
Abstraksi prosedural membentuk blok untuk imperative programming, misalnya penugasan (assignment), pengulangan (loop), sekuensial, pernyataan kondisi, dan penanganan pengecualian (exception handling). Bahasa Pemrograman yang masuk ke dalam paradigma ini antara lain Cobol, Fortran, C, Ada, dan Perl.

Object-Oriented Programming (OOP) menyediakan model dimana program merupakan kumpulan obyek
yang berinteraksi satu sama lain. Program dalam OOP membungkus (encapsulate) data dan fungsi (atau prosedur) dalam suatu obyek yang umumnya diimplementasikan sebagai suatu kelas (class). Klasifikasi obyek, pewarisan, dan message passing merupakan prinsip-prinsip dasar dalam OOP. Bahasa yang mendukung OOP antara lain Smalltalk, C++, Java, dan C#.

Functional Programming memodelkan suatu masalah komputasi sebagai kumpulan fungsi matematiks, dimana setiap input merupakan domain atau daerah fungsi, dan output berupa range atau wilayah fungsi. Hal ini
menjadikan functional programming sebagai bagian dari bahasa yang tidak membenarkan pernyataan penugasan, seperti x = x + 1, yang tidak berlaku baik pada functional programming maupun dalam matematika. Fungsi berinteraksi dengan yang lain menggunakan komposisi fungsi, kondisional, dan rekursif. Bahasa pemrograman yang masuk dalam kelompok ini adalah Lisp (List Programming), Scheme, Haskell, dan ML.

Logic Programming atau juga disebut sebagai declarative programming memodelkan masalah dengan menggunakan bahasa deklaratif, yang diimplementasikan dalam bentuk fakta dan aturan. Maka dari itu, bahasa ini juga disebut sebagai rule-based languages. Contoh bahasa pemrograman kelompok ini adalah Prolog (Programming in Logic).

Referensi : Modul Kuliah Bahasa Pemrograman – Julio Adisantoso

Iklan

Jangan sungkan berpendapat

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s